Free Sex ! ... first 2 word we would discuss...
Free Sex? Sex Bebas? ... iy, film ni bercerita ttg remaja US yg sdh terbiasa dg sex bebas. Namun beda dgn film" yg intens mengekploitasi kehidupan sexual para remaja amrik Juno membahas kehidupan sang gadis yg hamil krn 'make out' ma cowokny.
Cerita fokus kpd seorang cew 16 th bernama Juno, sbagaimana anak" SMU disono Juno mengenal sex bukan lg sebagai hal yg tabu dibicarakan/ didiskusikan dgn org len. Meskipun Juno bukan gadis yg 'aktif' secara seksual (sexually active = seseorang yg scr reguler memenuhi kebutuhan seksualnya dg berhubungan intim) , tetapi ia 'sukses' pd saat pertama melakukannya.
Sebagaimana diberitahukan sohibnya, juno diharuskan benyak" minum jus jeruk jika tidak ingin hamil. Namun cerita justru dimulai kala Juno mendapati tanda + di ketiga alat pregnancy test nya. Meskipun Juno terlihat cool, namun sbnrny ia menyembunyikan perasaan bingung bahkan panik. Ia masih 16 thn, masih skolah ndakmungkin dy mo gedein bayi yg dikandungnya. Maka pertama yg muncul dibenaknya adl bgmn menggugurkan kandungannya.
Maka Juno pergi ke pelayanan kesehatan setempat yg melayani aborsi. Disana ia bertemu temennya yg sdg sendirian demo didepan tempat aborsi, Shu Chien mengatakan 'bayi adl anugerah tak terkira, maka syukurilah'. Tapi niat juno adh bulat, maka omongan shu chien ndak didengerin dy. Daat ada didalam Juno ngerasa ndak nyaman, mungkin omongan Shu Chien mulai mempengaruhinya hingga iapun akhirnya memutuskan untuk ndak jadi melakukan aborsi.
Ia meninggalkan tempat aborsi itu dengan kebingungan. Ia masih 16th, ndak mungkin membesarkan anak sendirian sedang ia sendiri masih sekolah. Oleh sohibnya Juno mendapat ide untuk mencari org tua asuh buat calon bayinya. Pasangan kaya yg tinggal di perumahan elit dikota yg sama (klu ndak salah). Masalah pertama selesai, namun masalah selanjutnya lebih berat... memberitahukan hal in kpd org tuanya.
Kedua org tua Juno bercerai, kini ia tinggal bersama ayah kandungny yg menikah lagi. Meskipun demikian, ayah & ibu tiri juno termasuk org tua yg sangat pengertian. Saat Juno memberitahukan ttg kehamilannya kpd keduanya org tuanya, mrk sempat kaget tp kemudian mencoba mengajak diskusi bagaimana menyelesaikan masalah Juno. Karena Juno telah memutuskan untuk melahirkan bayinya meskipun hendak diberikan kepada org lain, maka mau ndak mau ortunya akhirnya mendukung keputusannya.
Cerita berlanjut dg perkenalan dg pasangan yg akan mengadopsi bayi yg dikandung Juno beserta kehidupan mereka. Vanessa adl wanita karir yg sukses, ia sangat mendambakan kehadiran anak sehingga tawaran Juno ia terima dengan suka cita. Mark, sang suami adl seniman yg bekerja membuat lagu jingle untuk iklan. Berbeda dengan Vanessa yg sangat menginginkan seorang anak, ternyata mark merasa belum siap memiliki seorang anak. Hal ini yg membuat Juno sedih, kala Mark mengatakan bahwa ia akan bercerai dg Vanessa krn merasa terpaksa menjadi seorang ayah.
Disisi lain Juno menghadapi masalah lain, seiring waktu perutnya yg membuncit jelas menarik perhatian seluruh teman"nya. Karena pandangan aneh tmn"nya, Juno merasa diasingkan teman"nya. Bahkan saat mendekati pesta dansa, sang pacar yg menghamilinya malah mengajak gadis lain bukannya Juno. Hal ini membuatnya sedih karena ia sempat berharap sang pacar memberikan perhatian lebih padanya yg saat itu sedang mengandung, bahkan mendekati waktu kelahiran.
Cerita diakhiri dg kelahiran sang bayi yg dikandung Juno, saat Juno berjuang melahirkan bayinya Paulie (sang pacar) sedang konsen memenangkan kompetisi sprint. Saat meraih kemenangan, Paulie baru sadar bahwa saat ia bahagia tak ada org yg ia kasihi untuk berbagi kebahagiaan, maka iapun berlari menuju RS untuk menjenguk Juno.
Diwaktu yg sama, Vanessa sedang memperhatikan bayi yg diadopsinya kala sang perawat mempersilahkania menggendong bayi itu. Perasaan gembira Vanessa tak bisa disembunyikan lg, ia terlihat sangat bahagia memeluk sang bayi.
Dibangsal pemulihan, Juno ditemani sang ayah ketika Paulie datang menjenguk, ia begitu gembira. Sepakat dg Paulie ia ndak ingin melihat bayi yg barusan dilahirkannya, ia khawatir tak tega melihatnya dibawa pergi Vanessa. Ceritapun berakhir Happy Ending... Juno menjalani kembali kehidupan remajanya bersama Paulie, sedang bayinya nyaman dalam asuhan Vanessa yg mmg begitu mendambakan kehadiran seorang anak dalam kehidupannya. TEH END :P
Pas w nonton film ni awalnya cm dpt kesan 'boring', meski w suka film jenis apapun w ndak bgtu suka film yg terlalu bnyk dialog. Tp karena sarat dengan pengetahuan, maka w tonton jg deh. Pengetahuan yg w mksd bukan science yg disini semisal klu lo ML ma co/ce lo tanpa pelindung maka resiko pertama jelas lo bakal halim. Bukan itu, klu cm itu seh anak SMP jg taw.
Yg w slalu kagumi pd org" barat sana, pertama mereka sangat menghargai kejujuran. Hal ini diperlihatkan pd saat Juno jujur mengenai kehamilannya. Kedua, meskipun Juno hamil diluar nikah mo ndak mo org tuanya ttp mendukung dan membimbingnya melaui proses hingga melahirkan. Ketiga, tekad& keyakinan Juno untuk melahirkan sang bayi ndak peduli gunjingan & cercaan org" sekitar. Hal" tsb yg mnrt w sarat dg pengetahuan, krn ilmu bukan smata" ttg science tp jg kebijakan, kasih sayang serta toleransi/ pengertian dengan sesama...
Just my opinion... bnyk detail yg w tinggal krn w ndak bgtu konsen pas nulis postingan ini. Prasaan dibikin BT aja ma yg pd usil, di buzz lah, di boot lah... But finally, its done!
~~~Ivy~~~
Free Sex? Sex Bebas? ... iy, film ni bercerita ttg remaja US yg sdh terbiasa dg sex bebas. Namun beda dgn film" yg intens mengekploitasi kehidupan sexual para remaja amrik Juno membahas kehidupan sang gadis yg hamil krn 'make out' ma cowokny.
Cerita fokus kpd seorang cew 16 th bernama Juno, sbagaimana anak" SMU disono Juno mengenal sex bukan lg sebagai hal yg tabu dibicarakan/ didiskusikan dgn org len. Meskipun Juno bukan gadis yg 'aktif' secara seksual (sexually active = seseorang yg scr reguler memenuhi kebutuhan seksualnya dg berhubungan intim) , tetapi ia 'sukses' pd saat pertama melakukannya.
Sebagaimana diberitahukan sohibnya, juno diharuskan benyak" minum jus jeruk jika tidak ingin hamil. Namun cerita justru dimulai kala Juno mendapati tanda + di ketiga alat pregnancy test nya. Meskipun Juno terlihat cool, namun sbnrny ia menyembunyikan perasaan bingung bahkan panik. Ia masih 16 thn, masih skolah ndakmungkin dy mo gedein bayi yg dikandungnya. Maka pertama yg muncul dibenaknya adl bgmn menggugurkan kandungannya.
Maka Juno pergi ke pelayanan kesehatan setempat yg melayani aborsi. Disana ia bertemu temennya yg sdg sendirian demo didepan tempat aborsi, Shu Chien mengatakan 'bayi adl anugerah tak terkira, maka syukurilah'. Tapi niat juno adh bulat, maka omongan shu chien ndak didengerin dy. Daat ada didalam Juno ngerasa ndak nyaman, mungkin omongan Shu Chien mulai mempengaruhinya hingga iapun akhirnya memutuskan untuk ndak jadi melakukan aborsi.
Ia meninggalkan tempat aborsi itu dengan kebingungan. Ia masih 16th, ndak mungkin membesarkan anak sendirian sedang ia sendiri masih sekolah. Oleh sohibnya Juno mendapat ide untuk mencari org tua asuh buat calon bayinya. Pasangan kaya yg tinggal di perumahan elit dikota yg sama (klu ndak salah). Masalah pertama selesai, namun masalah selanjutnya lebih berat... memberitahukan hal in kpd org tuanya.
Kedua org tua Juno bercerai, kini ia tinggal bersama ayah kandungny yg menikah lagi. Meskipun demikian, ayah & ibu tiri juno termasuk org tua yg sangat pengertian. Saat Juno memberitahukan ttg kehamilannya kpd keduanya org tuanya, mrk sempat kaget tp kemudian mencoba mengajak diskusi bagaimana menyelesaikan masalah Juno. Karena Juno telah memutuskan untuk melahirkan bayinya meskipun hendak diberikan kepada org lain, maka mau ndak mau ortunya akhirnya mendukung keputusannya.
Cerita berlanjut dg perkenalan dg pasangan yg akan mengadopsi bayi yg dikandung Juno beserta kehidupan mereka. Vanessa adl wanita karir yg sukses, ia sangat mendambakan kehadiran anak sehingga tawaran Juno ia terima dengan suka cita. Mark, sang suami adl seniman yg bekerja membuat lagu jingle untuk iklan. Berbeda dengan Vanessa yg sangat menginginkan seorang anak, ternyata mark merasa belum siap memiliki seorang anak. Hal ini yg membuat Juno sedih, kala Mark mengatakan bahwa ia akan bercerai dg Vanessa krn merasa terpaksa menjadi seorang ayah.
Disisi lain Juno menghadapi masalah lain, seiring waktu perutnya yg membuncit jelas menarik perhatian seluruh teman"nya. Karena pandangan aneh tmn"nya, Juno merasa diasingkan teman"nya. Bahkan saat mendekati pesta dansa, sang pacar yg menghamilinya malah mengajak gadis lain bukannya Juno. Hal ini membuatnya sedih karena ia sempat berharap sang pacar memberikan perhatian lebih padanya yg saat itu sedang mengandung, bahkan mendekati waktu kelahiran.
Cerita diakhiri dg kelahiran sang bayi yg dikandung Juno, saat Juno berjuang melahirkan bayinya Paulie (sang pacar) sedang konsen memenangkan kompetisi sprint. Saat meraih kemenangan, Paulie baru sadar bahwa saat ia bahagia tak ada org yg ia kasihi untuk berbagi kebahagiaan, maka iapun berlari menuju RS untuk menjenguk Juno.
Diwaktu yg sama, Vanessa sedang memperhatikan bayi yg diadopsinya kala sang perawat mempersilahkania menggendong bayi itu. Perasaan gembira Vanessa tak bisa disembunyikan lg, ia terlihat sangat bahagia memeluk sang bayi.
Dibangsal pemulihan, Juno ditemani sang ayah ketika Paulie datang menjenguk, ia begitu gembira. Sepakat dg Paulie ia ndak ingin melihat bayi yg barusan dilahirkannya, ia khawatir tak tega melihatnya dibawa pergi Vanessa. Ceritapun berakhir Happy Ending... Juno menjalani kembali kehidupan remajanya bersama Paulie, sedang bayinya nyaman dalam asuhan Vanessa yg mmg begitu mendambakan kehadiran seorang anak dalam kehidupannya. TEH END :P
~~~ o0o ~~~
DISCUSSIONPas w nonton film ni awalnya cm dpt kesan 'boring', meski w suka film jenis apapun w ndak bgtu suka film yg terlalu bnyk dialog. Tp karena sarat dengan pengetahuan, maka w tonton jg deh. Pengetahuan yg w mksd bukan science yg disini semisal klu lo ML ma co/ce lo tanpa pelindung maka resiko pertama jelas lo bakal halim. Bukan itu, klu cm itu seh anak SMP jg taw.
Yg w slalu kagumi pd org" barat sana, pertama mereka sangat menghargai kejujuran. Hal ini diperlihatkan pd saat Juno jujur mengenai kehamilannya. Kedua, meskipun Juno hamil diluar nikah mo ndak mo org tuanya ttp mendukung dan membimbingnya melaui proses hingga melahirkan. Ketiga, tekad& keyakinan Juno untuk melahirkan sang bayi ndak peduli gunjingan & cercaan org" sekitar. Hal" tsb yg mnrt w sarat dg pengetahuan, krn ilmu bukan smata" ttg science tp jg kebijakan, kasih sayang serta toleransi/ pengertian dengan sesama...
Just my opinion... bnyk detail yg w tinggal krn w ndak bgtu konsen pas nulis postingan ini. Prasaan dibikin BT aja ma yg pd usil, di buzz lah, di boot lah... But finally, its done!
~~~Ivy~~~
0 komentar:
Post a Comment