Hola ! ^_^, jgn kaget vi nulis ginian y? Mode Sotoy lg ON neh, hehe...
Liad/ denger/ baca berita kn? Kerusuhan/ bentrok antar pendukung/ polisi gara" ndak terima hasil pilkada sering muncul di TV/ radio ato koran". Ada yang minta penghitungan ulang, sampe yg seenaknya mengumumkan nama calon sebagai pemimpin pilihan kelompok mereka...
Well, apa ini yg dinamakan demokrasi atokah Democrazy?(spt acara yg diusung salah satu TV swasta kita).
Dahulu, pemilihan hanya menyertakan 'beberapa' partai politik saja dan pemilihan hanya sebatas memilih partai politik yg didukung, selanjutnya yg menetukan personal selaku wakil rakyat adl partai tersebut. Lalu, dari wakil" rakyat tersebut menunjuk seseorang yg dinilai cukup mampu untuk memimpin negara/ suatu daerah.
Sedang sekarang pemilih dihadapkan pada wajah" yang asing, yang bahkan bukan politisi untuk dipilih menjadi peminpin mereka. Bukan syirik ada non-politic-based personal dikancah politik bahkan memenangkan pemilu, tp dilihat apa yg menarik pemilih untuk memilih mereka dan apa imbal balik sang terpilih pada pemilihnya/ rakyat.
Let see... Pemilu di negri tercinta kita memang masih jauh dari sempurna. Money politic bukan hanya gosip, bahkan kampanye gelappun terbukti ada. Tp coba dilihat 'sasaran' dari kampanye" ini. Rakyat kita yang mayoritas masih bodoh dalam berdemokrasi, rakyat yang diakui sebagai pendukung tp tak ada kontrol terhadap mereka.
Dan hasilnya? Saat para pendukung ini kecewa karena calon yg dijagokan kalah, maka yg dilakukan hal" yang 'tabu' dilakukan dalam berdemokrasi... demo yg ujung"nya pengrusakan, yg notabene merugikan orang lain.
Coba dicermati, kala para pendukung kalap & merusak sarana prasarana milik rakyat. Yang ngtototnya ngebelain calonnya... si calon yg didukung dimana? Lagi ngapain? Tau ndak klu pendukungnya ngerusak?Jgn pura" ndak tau ada pendukung ngerusak make nama si calon, apalagi sembunyi blg ndak knal para pendukung yg segitunya mendukung dy.
Demokrasi sangat penting memang, tp pemerintah jg mestinya jgn lupa 'mendewasakan' rakyatnya dalam berdemokrasi. Jgn sok sibuk benerin sistem demokrasi dan perangkatnya, tapi lupa ajarin rakyatnya sbg pelaku demokrasi itu sendiri...
Just a thought, knp gembar/o mslh demokrasi yg blom tentu hasilnya memuaskan malah sudah pasti membawa kerugian materiil&non materiil yg lebih besar? Whatever the system, Whoever sitting the leader seat... plis deh, lurusin niat dulu wat mimpin rakyat kita, ringkus tuh politisi busuk yg tujuannya cm duit, duit & duit! pinterin rakyat kita yg masih bodo dlm berdemokrasi, bikin sistem yg simple & ndk hambur"in duit cm wat milih wakil" yg blom tentu bner...
Duh, kok jd esmosi gini seh? Panas neh liad pd ribud aja pdhl yg dibela jg tenang" aja, liad pd kampanye gembar/o janji ini/itu tp ndak ada kenyataanya...
So, kita dewasain diri kita masing", org" skitar kita wat bs lakuin demokrasi dg benar... pilih wakil" yang bertindak mmg semata" untuk kesejahteraan&kebaikan rakyatnya, dan hasil akhirnya membawa negri tercinta kita ke keadaanyg lebih baik... dan tentu bisa mengembalikan keharuman nama Indonesia dikancah dunia, sebagai negara yg sejajar dengan negara manapun!
(bahasa lo vi, kyny mapel favorit lo PPKn ma Kewiraan y? :P)
~~~Ivy~~~
Liad/ denger/ baca berita kn? Kerusuhan/ bentrok antar pendukung/ polisi gara" ndak terima hasil pilkada sering muncul di TV/ radio ato koran". Ada yang minta penghitungan ulang, sampe yg seenaknya mengumumkan nama calon sebagai pemimpin pilihan kelompok mereka...
Well, apa ini yg dinamakan demokrasi atokah Democrazy?(spt acara yg diusung salah satu TV swasta kita).
Dahulu, pemilihan hanya menyertakan 'beberapa' partai politik saja dan pemilihan hanya sebatas memilih partai politik yg didukung, selanjutnya yg menetukan personal selaku wakil rakyat adl partai tersebut. Lalu, dari wakil" rakyat tersebut menunjuk seseorang yg dinilai cukup mampu untuk memimpin negara/ suatu daerah.
Sedang sekarang pemilih dihadapkan pada wajah" yang asing, yang bahkan bukan politisi untuk dipilih menjadi peminpin mereka. Bukan syirik ada non-politic-based personal dikancah politik bahkan memenangkan pemilu, tp dilihat apa yg menarik pemilih untuk memilih mereka dan apa imbal balik sang terpilih pada pemilihnya/ rakyat.
Let see... Pemilu di negri tercinta kita memang masih jauh dari sempurna. Money politic bukan hanya gosip, bahkan kampanye gelappun terbukti ada. Tp coba dilihat 'sasaran' dari kampanye" ini. Rakyat kita yang mayoritas masih bodoh dalam berdemokrasi, rakyat yang diakui sebagai pendukung tp tak ada kontrol terhadap mereka.
Dan hasilnya? Saat para pendukung ini kecewa karena calon yg dijagokan kalah, maka yg dilakukan hal" yang 'tabu' dilakukan dalam berdemokrasi... demo yg ujung"nya pengrusakan, yg notabene merugikan orang lain.
Coba dicermati, kala para pendukung kalap & merusak sarana prasarana milik rakyat. Yang ngtototnya ngebelain calonnya... si calon yg didukung dimana? Lagi ngapain? Tau ndak klu pendukungnya ngerusak?Jgn pura" ndak tau ada pendukung ngerusak make nama si calon, apalagi sembunyi blg ndak knal para pendukung yg segitunya mendukung dy.
Demokrasi sangat penting memang, tp pemerintah jg mestinya jgn lupa 'mendewasakan' rakyatnya dalam berdemokrasi. Jgn sok sibuk benerin sistem demokrasi dan perangkatnya, tapi lupa ajarin rakyatnya sbg pelaku demokrasi itu sendiri...
Just a thought, knp gembar/o mslh demokrasi yg blom tentu hasilnya memuaskan malah sudah pasti membawa kerugian materiil&non materiil yg lebih besar? Whatever the system, Whoever sitting the leader seat... plis deh, lurusin niat dulu wat mimpin rakyat kita, ringkus tuh politisi busuk yg tujuannya cm duit, duit & duit! pinterin rakyat kita yg masih bodo dlm berdemokrasi, bikin sistem yg simple & ndk hambur"in duit cm wat milih wakil" yg blom tentu bner...
Duh, kok jd esmosi gini seh? Panas neh liad pd ribud aja pdhl yg dibela jg tenang" aja, liad pd kampanye gembar/o janji ini/itu tp ndak ada kenyataanya...
So, kita dewasain diri kita masing", org" skitar kita wat bs lakuin demokrasi dg benar... pilih wakil" yang bertindak mmg semata" untuk kesejahteraan&kebaikan rakyatnya, dan hasil akhirnya membawa negri tercinta kita ke keadaanyg lebih baik... dan tentu bisa mengembalikan keharuman nama Indonesia dikancah dunia, sebagai negara yg sejajar dengan negara manapun!
(bahasa lo vi, kyny mapel favorit lo PPKn ma Kewiraan y? :P)
~~~Ivy~~~
0 komentar:
Post a Comment