Dec 10, 2006

Another Posting… Just a Thought… Just Me…

Akhir” ni lagi hangat pembicaraan tentang Poligami dan Pernikahan kedua seorang dai kondang … kenapa vi bilang dua kasus yang berbeda? Karena wacana tentang poligami sudah lama sekali ada, namun baru sekarang mencuat kembali karena pelakunya kali ini adalah seorang dai kondang, yang kebetulan idola vi jg… Aa Gym (is it OK to mention a name?---Critics on comments please---)… Mungkin agak basi vi komentarin masalah ini, tp vi g bahas masalah yang kelihatan besar ini (ato dibesar” kan? ) vi cm coba telisik tentang sesuatu dibelakang semua ini...

First of All … Personal Comment?

Sebagai cew vi tentu kecewa dan g setuju ttg poligami (suara hati nih! g mo diduain !! take it or leave it… ), ultimatum sebagian besar cew ya? Typical, but hei… we are human being, not men or women…we’re ambisious, jeaolusy, selfish (bener g nulis na? kok ky nama ikan jdnya :D )… de el el…

Sebagai seorang muslimah, vi g bs terlepas dari ketentuan” NYA, meski menurut my primitive mind hal tersebut g bs vi terima, tp vi berpegang pada sebuah petuah ‘…jangan pernah berfikir buruk padaNYA…’, karenanya vi yakin bahwa jika anda mengutamakan logika dalam menerima suatu pemikiran, maka pasti ada alasan yang logis untuk dijelaskan. Hanya saja, keterbatasan ilmu vi, saat ni g bs membaginya…


Preview

Dijaman modern ini, seakan semua hal harus ‘make sense’ ato setidaknya ‘reasonable’ bagi pemikiran kita yang terbiasa berfikir logis. ‘…ada asap pasti ada api, 1+1 = 2, kenapa begini, kenapa begitu?alasannya harus masuk akal ato itu adalah hal aneh/ anomali …’ begitulah kira” pemikiran manusia modern ini.

Poligami, bukankah wacana ini sudah ada berabad lalu? Pro kontra akan selalu ada, dimanapun, dikalangan apapun, kapanpun… lalu apakah harus ada kesimpulan yang harus diterima semua fihak, disemua masa, Dan disemua benua? … how naif if we thought that way


Just a Thought…

Vi setuju kala ada fihak yang mengatakan poligami adalah sebuah pilihan, pilihan yang setiap perseorangan bebas memilihnya… apapun pilihan dan resikonya. Lalu, kala seseorang mengambil keputusan tersebut, apakah kita berhak menjudgment pilihannya tersebut? Bahkan mencoba melarangnya? Hanya karena kita tidak setuju dengan pilihannya? Apakah hanya karena berbeda dengan custom sebagian fihak lalu fihak yg beda menjadi alien… anomali… aneh… dsb? Bukankah manusia” modern ini telah menyerukan kebebasan bersuara, berpendapat dan berhak dihormati atas pilihannya? So, where are they? Are we still democratics? or... Did we change our mind about democracy? or change the deffinition of it?

Apakah jika dia rekan bisnis kita lalu kita putuskan kontrak dengannya? Jika dia adalah seorang teman apakah kita akan menjauhinya? Jika dia adalah kerabat apakah kita putuskan tali keluarga?… Lalu jika dia seorang dai kondang apakah kita berhenti mengikuti tausiyahnya? Pengajian” yang diadakannya? Menjauhi apapun yang notabene berhubungan dengannya? …

Yang buat vi berfikir… Apakah kita terlalu banyak nonton infotainment yang menurut vi terlalu usil mengurusi urusan dan aib orang lain? Apakah kita sudah membersihkan ‘kebun belakang’ masing” sehingga kita sudah berhak mencampuri urusan orang lain bahkan menjudgment pilihan/ keputusan mereka? Lalu yang aneh lagi, perbedaan pendapat tadi secara emosional telah mengubah reksi kita terhadap pelaku” perbedaan tadi… What the Heck???!!!


Cool Down

Anda sering nonton news dot com di MetroTV? Bukan ngiklan, nanya aza… menurut vi acara tersebut pantas ditonton, lebih dari infotainment” yang kayanya makin sering aza jam tayangnya…

Mengupas berita dengan netral, sedikit humor dan selalu melihat sisi positifnya… nonton episode tadi malam (10 Dec 2006)? Mendatangkan tokoh tiruan, namanya Aa Jimi… saat ditanya ttg poligaminya hanya menjawab dengan kelakar ‘…bukankah malah normal dengan menikahi wanita lagi? Klo menikahi lelaki, wah… bukan normal lagi kan?... ‘ dan diakhir sesi sang moderator menutup dengan bijak, menengahi perdebatan dengan tetap mendoakan kebahagiaan dan kesuksesan pernikahan kedua Aa Gym…

Apakah pribadi kita sudah jauh dari sifat lapang dada untuk bisa melihat hal positif dari setiap masalah? Bukankan lebih arif jika kita juga bisa ikut berbahagia dengan pilihan orang” terkasih kita meski berbeda dengan pendapat kita? Yang g setuju, g ada kok yang memaksa Anda berpendapat sama dengan Aa Gym… yang kecewa, apa Anda kehilangan sesuatu yang sangat berharga sehingga mencak” sampe kirim” SMS mendiskreditkan beliau? Yang ngaji tetep aja ngaji, tinggal niatnya… klo males ngaji gak usah ngajak”in temennya males, pake alasan kecewa ma Aa Gym segala…

So friends… banyak banget hal” yang engga sesuain dengan keinginan dan pemikiran kita, lalu apakah kita mo merangsek dan memaksa setiap orang harus sama dengan keinginan dan pemikiran kita? Nope… engga !! setiap dari kita adalah individu yang unik, beda… beda background, beda pendapat, beda prinsip… tapi gak akan mempengaruhi persahabatan kan? Lalu kenapa harus beda saat yg u hadapi seorang dai kondang seperti Aa Gym?...

Finally, klo salah” dalam penulisan atau pemikiran… vi minta maaf. Once again, we don’t have to be the same to be friends right?... That’s it for now! ... see u again in anopther posting... The Comment please :)


---Ivy---


1 komentar:

Anonymous said...

Well, kadang kita gak tahu tentang keterbatasan kita. Tapi kita sering sok tahu tentang segalanya. Kita mengutamakan logika, tapi gak pakai hati. semua diukur dari diri kita sendiri, dan kita selalu bilang pasti... pasti... pasti begini... pasti begitu...